You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

Operasi ACL, Syahrian Abimanyu Menepi 6 Bulan Dari Lapangan Hijau

Syahrian Abimanyu dipastikan akan menepi cukup lama dari dunia sepakbola nasional pasca harus menjalani operasi Anterior Cruciate Ligament (ACL) di RS Royal Progress Jakarta, Jum’at (23/11) sore. Setidaknya, selama 6 bulan kedepan pemain timnas U19 ini harus absen dan fokus menjalani pemulihan cedera yang memang kerap menimpa atlet dan pesepakbola professional tersebut.

Saat dihubungi, pemain yang pernah menimba ilmu di Spanyol ini mengatakan bahwa pasca mengalami cedera (6/11) lalu, dirinya memang sempat mencoba pengobatan alternatif tanpa operasi.

“Ada pemikiran seperti itu dan mendengar saran dari sejumlah pihak, termasuk juga masukan dari pelatih SFC Alfredo Vera. Apalagi ada contoh pemain Persebaya yang bisa sembuh tanpa operasi dan hanya terapi secara khusus,” ujarnya saat dihubungi Jumat (23/11) pagi.

Tetapi setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif, Abimanyu mengaku operasi mutlak harus dilakukan mengingat hasil diagnose menunjukkan putusnya ACL di bagian lutut kanan.

“Mohon doanya, operasi sendiri akan dilakukan Jumat (23/11) pukul 16.00 WIB. Pasti ada perasaan gugup karena ini baru pertama kali dan saya sendiri tidak menyangka. Namun banyak pihak yang membantu dan memberikan semangat, saya coba berpikir positif dan ini semua untuk karier saya sendiri, jika dipaksakan tanpa operasi mungkin akan lebih parah atau berulang kedepannya,” jelasnya.

Sementara itu, dokter Febri yang akan memimpin operasi Abimanyu memberikan sedikit penjelasan terkait kondisi pemain berkaki kidal tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan kondisi lutut, memang pada lutut yang kanan hasilnya lebih tidak stabil dibanding yang kiri (melalui pemeriksaan Lachman dan anterior drawer test),” ungkapnya.

Berdasarkan hasil tersebut, pihaknya mengajukan 2 opsi yang bisa diambil oleh Syahrian Abimanyu.

“Pertama, dilihat dari kondisi medis dan kebutuhan akan fungsi lutut sangat tinggi bagi seorang atlet, maka tindakan operasi merupakan pilihan agar kedepan performance bisa dimaksimalkan. Opsi kedua, konsenvative dengan hanya penguatan otot sekitar lutut, Abi masih bisa bermain tapi dengan resiko lutut tidak stabil sehingga akan membenani struktur ligament lain di sekitar lutut yang akan meningkatkan resiko ligament itu juga mengalami cedera dan lama-lama performance Abi akan berkurang,” bebernya. (HK)