You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

Kami Siap Kembali Di 2020

Berikut pernyataan resmi Direktur Utama PT Sriwijaya Optimis Mandiri (SOM) selaku pengelola Sriwijaya FC Bpk Muddai Madang atas terdegradasinya Sriwijaya FC ke Liga 2.

"Selaku Dirut PT SOM sekaligus sebagai pemilik saham mayoritas PT SOM, saya adalah orang yang paling bertanggung jawab atas PT SOM dan paling berkepentingan dalam perjalanan Sriwijaya FC di kompetisi Liga 1. Faktanya, Sriwijaya FC harus terdegradasi ke Liga 2 setelah kalah 2-1 atas tuan rumah Arema FC. Kami jelas kecewa. Kami jelas bersedih hati. Apalagi kami sudah mengerahkan pikiran dan mengeluarkan biaya untuk menjaga Sriwijaya FC di Liga 1.

Atas nama Sriwijaya FC, saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada mayarakat Sumatera Selatan, khususnya pecinta Sriwijaya FC yang selama ini memberikan dukungan kepada Sriwijaya FC.

Kami sudah berusaha maksimal menjaga marwah Sriwijaya FC untuk tetap berada di Liga 1. Upaya itu kami lakukan dengan mendatangkan pelatih yang berkualitas. Kemudian menjaga pembayaran gaji berjalan dengan baik. Itu sekian dari beberapa bentuk dari usaha kami.

Tapi kalau memang harus degradasi, inilah olahraga. Yang mana naik turun kasta itu menjadi bagian dari seni olahraga sepak bola. Bahkan Juventus, Sampdoria, juga pernah terdegradasi di Serie A Italia. Maka dari itu, ini bukan lah akhir dari segalanya. Kami akan tetap optimis dalam berjuang untuk mengembalikan Sriwijaya FC ke habitatnya di Liga 1.

Jangan bersedih, kami akan sekuat tenaga mengembalikan Sriwijaya FC ke habitatnya sebagai peserta kompetisi Liga 1 pada 2020.

Ke depan bagaimana? Tentu kami akan melakukan evaluasi baik dari sisi pemain maupun pelatih. Kami juga berharap kepada masyarakat untuk tidak gaduh dengan persoalan yang tidak berhubungan dengan teknis keolahragaan karena di dunia sepak bola profesional tidak mempersoalkan siapa pemiliknya yang terpenting perestasinya bisa membuat warganya bangga dengan daerah atau kotanya memiliki klub yang berjaya. Sebagai contoh dari 20 klub liga utama Inggris, 12 klub pemiliknya bukan orang Inggris." (HK)