You are using an outdated browser. For a faster, safer browsing experience, upgrade for free today.

Beto 2 Gol, SFC Taklukkan Perseru 4 - 0

Sriwijaya FC berhasil keluar dari zona degradasi, berkat kemenangan atas Perseru Serui 4-0 di pekan ke-28 Liga 1, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Senin (29/10).

Kemenangan atas tim Papua itu, membuat SFC mengantongi 33 poin dari 28 pertandingan yang sudah dimainkan. SFC naik satu tingkat ke posisi ke-15, menggeser PS Tira yang mengantongi 32 poin.

Tiga poin berharga yang diraih SFC di laga melawan Perseru, berkat dua gol Alberto Goncalves dari titik putih menit ke-4 dan 75, Muhammad Nur Iskandar menit ke-60 dan terakhir gol Ridwan menit ke-84.

Usai pertandingan, Pelatih Kepala SFC Alfredo Vera mengatakan, anak asuhnya bermain penuh semangat di laga krusial melawan Perseru Serui. Kemenangan besar dari Anis Nabar dan kawan-kawan, di depan pendukung sendiri, tidak lepas dari kerja keras dan semangat juang pemain.

“Kita dapat tiga poin penting, ini sangat bagus bagi kita yang sedang berjuang menjauh dari zona degradasi,” ucapnya.

Di laga ini, anak asuhnya langsung menekan sejak awal babak pertama. Handball yang dilakukan pemain lawan di daerah terlarang di menit ke-4 dan berbuah gol, membuat motivasi pemain meningkat. Mental bertanding pemain semakin baik. Pemain tampak lebih percaya diri sepanjang pertandingan.

“Hasilnya, pemain bermain bagus malam ini. Semua bekerja dengan sangat baik,” pujinya.

Tapi, pelatih asal Argentina ini mengakui, jika anak asuhnya sempat kesulitan menggandakan kedudukan. Setelah mencetak gol cepat lewat titik putih di menit ke-4, sampai babak pertama usai SFC gagal mencetak gol tambahan.

“Lawan membangun pertahanan lebih kokoh, sehingga pemain kita kesulitan menembusnya,” katanya.

Namun, pemain terus berusaha di babak kedua dan tiga gol berhasil dicetak. SFC berhasil menang besar, dan ini bakal menjadi modal berharga bertamu ke markas Persela Lamongan.

Hal senada disampaikan bek Ahmad Faris. Ia menyebut, tiga poin yang didapat sangat penting bagi nasib SFC di kasta tertinggi sepakbola Indonesia. Di laga melawan Perseru, dia bersama rekan-rekannya wajib menang untuk keluar dari zona degradasi. Kemenangan atas Perseru, menjadi milik bersama tidak hanya bagi pemain dan pelatih tapi masyarakat Sumsel.

“Kemenangan ini pun, jadi modal berharga kita untuk laga berikutnya. Kita masih ada enam pertandingan lagi yang harus diselesaikan,” ujarnya.

Sementara itu, Pelatih Perseru Serui Wanderley Junior, tak bisa menutupi kekecewaan atas hasil melawan SFC. Meski mengakui tim tuan rumah layak menang, tapi kekalahan ini tentunya tidak sesuai harapan dari pelatih dan manajemen.

Kekalahan atas SFC, diakuinya dimulai dari awal babak pertama. Pemain masih kurang fokus sehingga SFC berhasil menekan dan ada handball sehingga lawan mendapatkan hadiah penalti.

“Bukan saja gol pertama, gol kedua juga kecelakaan sebenarnya,” ucapnya.

Dua gol yang dicetak SFC ke gawang anak asuhnya, karena kesalahan sendiri. Tim tuan rumah mampu memanfaatkan hal itu dengan sangat baik.

“Kita coba membalas, tapi satu pemain kita, Escobar terkena kartu merah, sehingga lebih sulit lagi,” jelasnya.

Dia mengajak anak asuhnya, menerima lapang dada kekalahan besar dari SFC. Dia mengajak anak asuhnya untuk fokus pada enam laga tersisa. Asa untuk lolos dari zona degradasi masih terbuka lebar asal tim mampu memaksimalkan enam laga tersisa.

“Terutama laga kandang, itu harus kita menangkan untuk lolos dari zona degradasi,” ucapnya. (HK)